Paragraph adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan.
Unsure paragraph: gagasan utama, beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama: gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraph. Gagasan penjelas: gagasan yang fungsinya. Menjelaskan gagasan utama. Gagasan penjelas umumnya dinyatakan oleh lebih dari satu kalimat.
Syarat penyusunan paragraph: kepaduan makna, kepaduan bentuk(kohesi).
Paragraph argumentasi: paragraph yang mengemukakan alas an, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Tujuannya untuk meyakinkan pembaca sehingga mereka membenarkan pendapat, sikap, dan keyakinan kita.
Kata penghubung/konjunsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih.
Jenis-jenis konjungsi:
Konjungsi antarklausa: koordinatif, subordinatif,korelatif.
Konjungsi antarkalimat
Konjungsi antarparagraf
1. Konjunsi antarklausa terbagi 3:
a. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis(struktur) yang sama ( =konjungsi setara )
Macam-macam:
dan (menyatakan penambahan)
tetapi ( menyatakan perlawanan)
atau ( menyatakan pemilihan )
b. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat )
Macam-macamnya:
sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).
Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).
agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )
biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).
seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).
sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )
hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).
bahwa ( menyatakan penjelasan ).
c. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsure itu memiliki status sintaksis yang sama.
Macam-macamnya:
baik … maupun …
tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
bukan hanya …, melainkan …
(se)demikian (rupa) … sehingga…
apa(kah) … atau …
entah … entah …
jangankan …, …pun …
2. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Macam-macamnya:
biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )
3. Konjungsi Antarparagraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya.Konjungsi antarparagraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
Macam-macamnya:
adapun
akan hal
mengenal
dalam pada itu
Tampilkan postingan dengan label argumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label argumentasi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)