Tampilkan postingan dengan label kalimat penjelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimat penjelas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2010

12.3 Menulis hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan ejaan yang tepat

• Pengertian wawancara:Tanya jawab dengan maksud memperoleh data untuk keperluan tertentu.
• Jenis wawancara:wawancara serta merta, wawancara dengan petunjuk umum, wawancara dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang telah dibakukan.
• Persiapan wawancara: tentukanlah tujuan wawancara, tentukan informasi,data,keterangan yang diperlukan, hubungilah narasumber sebelum wawancara, susunlah pokok-pokok pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara.
• Ciri-ciri berita:
o Publisitas : laporan disajikan untuk umum.
o Actual : selalu menyajikan yang terbaru.
o Objektif : berita tidak memihak.
o Menarik : berita menarik dan menggugah minat masyarakat.
• Struktur penyampaian berita: 5W + 1H (what, who,where,when,why,how)
• Pengertian fakta: hal/keadaan/peristiwa yang merupakan pernyataan atau sesuatu yang benar-benar terjadi.
• Pengertian opini: pendapat, pikiran, ataupun pendirian.

Kamis, 04 Februari 2010

kalimat efektif

• Pokok informasi adalah inti informasi yang disampaikan.
• Kalimat efektif: kalimat yang secara tepat mewakili pikiran pembicara/penulis, mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar/ pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
• Ciri-ciri kalimat efektif:
1. Kesatuan gagasan: unsur-unsur dalam kalimat itu saling mendukung sehingga membentuk kesatuan ide yang padu.
Cth:
Tidak efektif : Kita semua mengemban amanat penderitaan rakyat harus selalu mengupayakan kesejahteraan bangsa kita, baik jasmani maupun rohani.
Efektif : Karena kita semua mengemban amanat penderitaan rakyat, kita harus selalu mengupayakan kesejahteraan rohani dan jasmani bangsa kita.
2. Kepaduan : Hubungan timbal balik yang jelas antara unsur-unsur pembentuk kalimat itu.
Tidak efektif : Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. (kata ganti nya salah)
Efektif : Atas perhatian Saudara, saya ucapkan terima kasih.
3. Kelogisan : Suatu kalimat dianggap logis apabila kalimat itu mengandung makna yang diterma akal sehat.
Tidak efektif : Ayahnya mengajar bahasa Indonesia di sekolah kami.
Efektif : Ayahnya mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah kami.
4. Kehematan : Menggunakan kata-kata secara efesien, tidak berlebih-lebihan. Setiap kata yang digunakan memiliki fungsi yang jelas.
Tidak efektif : Di dekat kantor tempat mendaftarkan tanah diketemukan sebuah peti tempat menyimpan uang dan sebuah kopor yang terbuat dari kulit.
Efektif : Di dekat kantor pendaftaran tanah ditemukan sebuah peti uang dan sebuah kopor kulit.

Selasa, 12 Januari 2010

Kompetensi Dasar 12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif

Paragraph adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan.
Unsure paragraph: gagasan utama, beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama: gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraph. Gagasan penjelas: gagasan yang fungsinya. Menjelaskan gagasan utama. Gagasan penjelas umumnya dinyatakan oleh lebih dari satu kalimat.
Syarat penyusunan paragraph: kepaduan makna, kepaduan bentuk(kohesi).
Paragraph argumentasi: paragraph yang mengemukakan alas an, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Tujuannya untuk meyakinkan pembaca sehingga mereka membenarkan pendapat, sikap, dan keyakinan kita.
Kata penghubung/konjunsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih .
Jenis-jenis konjungsi:
Konjungsi antarklausa: koordinatif, subordinatif,korelatif.
Konjungsi antarkalimat
Konjungsi antarparagraf
1. Konjunsi antarklausa terbagi 3:
a. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis(struktur) yang sama ( =konjungsi setara )
Macam-macam:
dan (menyatakan penambahan)
tetapi ( menyatakan perlawanan)
atau ( menyatakan pemilihan )
b. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat )
Macam-macamnya:
sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).
Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).
agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )
biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).
seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).
sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )
hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).
bahwa ( menyatakan penjelasan ).

c. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsure itu memiliki status sintaksis yang sama.
Macam-macamnya:
baik … maupun …
tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
bukan hanya …, melainkan …
(se)demikian (rupa) … sehingga…
apa(kah) … atau …
entah … entah …
jangankan …, …pun …

2. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Macam-macamnya:
biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )

3. Konjungsi Antarparagraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya. Konjungsi antarparagraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
Macam-macamnya:
adapun
akan hal
mengenal
dalam pada itu