• Pengertian wawancara:Tanya jawab dengan maksud memperoleh data untuk keperluan tertentu.
• Jenis wawancara:wawancara serta merta, wawancara dengan petunjuk umum, wawancara dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang telah dibakukan.
• Persiapan wawancara: tentukanlah tujuan wawancara, tentukan informasi,data,keterangan yang diperlukan, hubungilah narasumber sebelum wawancara, susunlah pokok-pokok pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara.
• Ciri-ciri berita:
o Publisitas : laporan disajikan untuk umum.
o Actual : selalu menyajikan yang terbaru.
o Objektif : berita tidak memihak.
o Menarik : berita menarik dan menggugah minat masyarakat.
• Struktur penyampaian berita: 5W + 1H (what, who,where,when,why,how)
• Pengertian fakta: hal/keadaan/peristiwa yang merupakan pernyataan atau sesuatu yang benar-benar terjadi.
• Pengertian opini: pendapat, pikiran, ataupun pendirian.
Tampilkan postingan dengan label kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 Februari 2010
Kamis, 26 Februari 2009
Bahasa Baku & Reduplikasi (Kata Ulang)
A. Kata Ulang (Reduplikasi)
Kata ulang atau reduplikasi adalah kata jadian yang terbentuk dengan pengulangan kata.
1. Bentuk kata ulang antara lain:
a. Kata ulang murni atau pengulangan seluruh atau dwilingga, yaitu pengulangan seluruh kata dasar.
Contoh : ibu-ibu hitam-hitam
kuda-kuda danau-danau
b. Kata ulang berimbuhan atau kata ulang sebagian, yaitu bentuk pengulangan kata dengan mendapat awalan, sisipan, akhiran atau gabungan imbuhan sebelum atau sesudah kata dasarnya diulang.
Contoh : berlari-lari bermain-main
menari-nari hormat-menghormati
bunga-bungaan kekanak-kanakan
c. Kata ulang berubah bunyi atau bervariasi fonem, baik vokal maupun konsonan.
Contoh : lauk-pauk
serta-merta
warna-warni
gerak-gerik
mondar-mandir
d. Kata ulang suku awal atau dwipurwa, yaitu bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya, biasanya disertai variasi.
Contoh : lelaki
laki-laki ~ lelaki
sesama
sama-sama ~ sesama
tetangga
tangga-tangga ~ tetangga
Keterangan:
1. Selain bentuk kata ulang di atas, terdapat kata ulang semu atau kata dasar berulang.
Contoh : cumi-cumi paru-paru
laba-laba pura-pura
biri-biri kura-kura
kupu-kupu kunang-kunang
2. Makna kata ulang menyatakan banyak tak tentu.
Contoh : gunung-gunung
daerah-daerah
gerak-gerik
rumah-rumah
pepohonan
3. Menyatakan sangat.
Contoh :
rajin-rajin besar-besar
kuat-kuat manis-manis
4. Menyatakan saling, berbalasan atau pekerjaan dilakukan oleh dua pihak.
Contoh : kunjung-mengunjungi tuduh-menuduh
5. Menyatakan paling atau intensitas.
Contoh : setinggi-tingginya
sebanyak-banyaknya
sebaik-baiknya
6. Menyatakan tiruan atau menyerupai.
Contoh : orang-orangan
siku-siku
rumah-rumahan
7. Menyatakan bersenang-senang atau santai.
Contoh : duduk-duduk minum-minum
membaca-baca tidur-tiduran
berjalan-jalan berbaring-baring
2. Kata Baku dan Tidak Baku
Bahasa baku ( kata baku ) adalah bahasa atau kata yang mengikuti ragam atau kaidah yang telah ditentukan atau telah dilazimkan berdasarkan ejaan yang telah disempurnakan.
Fungsi bahasa baku adalah:
1. Fungsi pemersatu
2. Fungsi pemberi kekhasan
3. Fungsi pembawa kewibawaan
4. Fungsi sebagai kerangka acuan
Ciri-ciri bahasa baku:
1. Kemantapan dinamis
2. Kecendikiaan
3. Keragaman kaidah
Penggunaan bahasa baku:
1. Alat komunikasi resmi, seperti dalam upacara kenegaraan, rapat dinas, administrasi pemerintahan, surat-menyurat resmi, perundang-undangan, dan sebagainya.
2. Sebagai bahasa pengantar dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
3. Bahasa dalam wacana teknis, seperti laporan kegiatan, laporan penelitian, usulan proyek, karangan ilmiah, lamaran pekerjaan, seminar ilmiah, makalah ilmiah, artikel/karangan tentang sesuatu ilmu yang ditulis dalam majalah atau buku, dan sebagainya.
4. Alat pembicaraan dengan orang-orang yang patut dihormati dan/atau orang-orang yang belum atau baru saja dikenal.
Contoh:
KATA TIDAK BAKU KATA BAKU KATA TIDAK BAKU KATA BAKU
konsekwensi konsekuensi kampak Kapak
sistim Sistem samudra Samudera
praktek Praktik varitas Faritas
apotik apotek ujud Wujud
nasehat Nasihat sodara Saudara
hakekat Hakikat tehnik Teknik
ijasah Ijazah analisa Analisis
menejemen Manajemen ketemu Bertemu
jadual Jadwal kebalik Terbalik
bis Bus gimana Bagaimana
diagnosa diagnosis nggak, enggak Tidak
gubug Gubuk kasih, ngasih memberi
Kata ulang atau reduplikasi adalah kata jadian yang terbentuk dengan pengulangan kata.
1. Bentuk kata ulang antara lain:
a. Kata ulang murni atau pengulangan seluruh atau dwilingga, yaitu pengulangan seluruh kata dasar.
Contoh : ibu-ibu hitam-hitam
kuda-kuda danau-danau
b. Kata ulang berimbuhan atau kata ulang sebagian, yaitu bentuk pengulangan kata dengan mendapat awalan, sisipan, akhiran atau gabungan imbuhan sebelum atau sesudah kata dasarnya diulang.
Contoh : berlari-lari bermain-main
menari-nari hormat-menghormati
bunga-bungaan kekanak-kanakan
c. Kata ulang berubah bunyi atau bervariasi fonem, baik vokal maupun konsonan.
Contoh : lauk-pauk
serta-merta
warna-warni
gerak-gerik
mondar-mandir
d. Kata ulang suku awal atau dwipurwa, yaitu bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya, biasanya disertai variasi.
Contoh : lelaki
laki-laki ~ lelaki
sesama
sama-sama ~ sesama
tetangga
tangga-tangga ~ tetangga
Keterangan:
1. Selain bentuk kata ulang di atas, terdapat kata ulang semu atau kata dasar berulang.
Contoh : cumi-cumi paru-paru
laba-laba pura-pura
biri-biri kura-kura
kupu-kupu kunang-kunang
2. Makna kata ulang menyatakan banyak tak tentu.
Contoh : gunung-gunung
daerah-daerah
gerak-gerik
rumah-rumah
pepohonan
3. Menyatakan sangat.
Contoh :
rajin-rajin besar-besar
kuat-kuat manis-manis
4. Menyatakan saling, berbalasan atau pekerjaan dilakukan oleh dua pihak.
Contoh : kunjung-mengunjungi tuduh-menuduh
5. Menyatakan paling atau intensitas.
Contoh : setinggi-tingginya
sebanyak-banyaknya
sebaik-baiknya
6. Menyatakan tiruan atau menyerupai.
Contoh : orang-orangan
siku-siku
rumah-rumahan
7. Menyatakan bersenang-senang atau santai.
Contoh : duduk-duduk minum-minum
membaca-baca tidur-tiduran
berjalan-jalan berbaring-baring
2. Kata Baku dan Tidak Baku
Bahasa baku ( kata baku ) adalah bahasa atau kata yang mengikuti ragam atau kaidah yang telah ditentukan atau telah dilazimkan berdasarkan ejaan yang telah disempurnakan.
Fungsi bahasa baku adalah:
1. Fungsi pemersatu
2. Fungsi pemberi kekhasan
3. Fungsi pembawa kewibawaan
4. Fungsi sebagai kerangka acuan
Ciri-ciri bahasa baku:
1. Kemantapan dinamis
2. Kecendikiaan
3. Keragaman kaidah
Penggunaan bahasa baku:
1. Alat komunikasi resmi, seperti dalam upacara kenegaraan, rapat dinas, administrasi pemerintahan, surat-menyurat resmi, perundang-undangan, dan sebagainya.
2. Sebagai bahasa pengantar dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
3. Bahasa dalam wacana teknis, seperti laporan kegiatan, laporan penelitian, usulan proyek, karangan ilmiah, lamaran pekerjaan, seminar ilmiah, makalah ilmiah, artikel/karangan tentang sesuatu ilmu yang ditulis dalam majalah atau buku, dan sebagainya.
4. Alat pembicaraan dengan orang-orang yang patut dihormati dan/atau orang-orang yang belum atau baru saja dikenal.
Contoh:
KATA TIDAK BAKU KATA BAKU KATA TIDAK BAKU KATA BAKU
konsekwensi konsekuensi kampak Kapak
sistim Sistem samudra Samudera
praktek Praktik varitas Faritas
apotik apotek ujud Wujud
nasehat Nasihat sodara Saudara
hakekat Hakikat tehnik Teknik
ijasah Ijazah analisa Analisis
menejemen Manajemen ketemu Bertemu
jadual Jadwal kebalik Terbalik
bis Bus gimana Bagaimana
diagnosa diagnosis nggak, enggak Tidak
gubug Gubuk kasih, ngasih memberi
Jumat, 14 November 2008
Penggunaan Kata dan Frasa
Kata Sendi “di”
- digunakan di hadapan KN dan FN untuk memenuhi pelbagai fungsi tertentu.
1. Tempat yang tetap.
… di sekolah itu.
… di pangkal ayat.
… di kota besar.
2. Lingkungan yang mujarad (abstrak) melalui kiasan dengan maksud tempat.
… di matanya.
… di hatinya.
3. Arah tempat atau ruang maujud (konkrit).
… di dalam tabung.
… di luar negara.
Kata Sendi “pada”
1. Untuk menyatakan masa.
Pada zaman itu …
Pada hari ini …
2. Tempat bagi perbuatan Kata Kerja yang berupa benda, orang atau binatang.
Pada kakinya …
Pada tanah air ….
Pada sudut 45 darjah ….
3. Digunakan dalam lingkungan mujarad (abstrak) melalui kiasan.
Pada ingatannya …
Pada pendapatnya …
Pada fikirannya …
Pada pandangannya …
Kata Sendi ‘ke”
1. Tempat atau arah tuju yang bukan manusia atau haiwan tetapi benda konkrit tak bernyawa.
… ke tempat lain.
… ke dalam sungai.
… ke tengah hutan.
2. Menunjukkan masa atau batas masa.
… ke petang.
… ke zaman.
dari masa ke masa atau dari semasa ke semasa.
3. Lingkungan mujarad (abstrak) melalui kiasan dengan makna tepat.
… ke alam khayalan.
… ke tahap serius.
Kata Sendi ‘kepada”
1. Arah tuju dengan manusia, haiwan, institusi atau unsur mujarad yang mewakili manusia sebagai sasarannya.
….kepada bapanya.
….kepada mahasiswa itu.
… kepada pihak fakulti.
… kepada angin lalu.
2. Arah perubahan antara dua benda atau perkara.
… kepada lebih 20 juta.
… kepada campuran.
3. Pemecahan sesuatu kepada bahagian-bahagian tertentu.
… kepada dua belas bab.
… kepada lima kumpulan.
… kepada sesi pagi.
Penggunaan Kata Tertentu
Penggunaan kata ganti nama “ia” dan “ianya”
Ia – ialah kata ganti nama diri ke-tiga untuk manusia sahaja. Tidak boleh digunakan untuk benda, konsep dan sebagainya.
Mesti dan Pasti
Mesti : kata bantu yang hadir sebelum KK dengan maksud wajib/patut dilakukan.
Contoh : Pelajar-pelajar mesti menghadiri ceramah.
Pelajar-pelajar mesti lulus mata pelajaran bahasa Malaysia.
Pasti : kata adjektif yang bermaksud tentu, tidak salah lagi, tidak boleh tidak.
Memperhatikan dan memerhatikan
Memperhatikan – daripada kata dasar “hati”.
- menerima apitan memper……kan.
- oleh itu wujud memperhatikan yang bermaksud memandang, melihat dengan cermat.
Contoh : Guru memperhatikan tingkah laku pelajarnya.
Memerhatikan – sepatutnya wujud daripada kata dasar “perhati”. Oleh sebab kata dasar ini tidak wujud dalam kata dasar BM, maka kata memerhati dianggap menyalahi peraturan tatabahasa.
Kesal dan Sesal
Kesal : rasa tidak senang atau kecewa atau rasa marah.
Contoh : Malaysia kesal atas ucapan Putera Philip.
Sesal : keinsafan telah bersalah.
Contoh : Dia berasa sesal atas perbuatannya yang telah lalu.
Mencintai dan menyintai
Kata dasar yang bermula dengan C apabila diimbuhkan dengan awalan tidak pernah mengalami proses pengguguran. Oleh itu, kata mencintai adalah tepat dan bukannya menyintai. Begitu juga dengan mencuci, mencantas, mencubit, mencorak, mencium, mencipta, mencucuk, mencukur.
Penggunaan Kata Kerja sebagai penerang
KK yang bertugas sebagai penerang dalam FN tidak perlukan imbuhan awalan.
Contoh :
Bilik bacaan (bukan bilik membaca)
Pusat Beli Belah (bukan Pusat Membeli Belah)
Alat Bedah (bukan Alat Membedah)
Mesin Taip (bukan Mesin Menaip)
Tempat Letak Kereta (bukan Tempat Meletak Kereta)
Dua suku jam/dua jam suku
Lupa janjinya/lupa akan janjinya
Meluaskan lagi lebuh raya Kuala Lumpur-Seremban/meluaskan lebuh raya Kuala Lumpur-Seremban lagi.
…sambil menyanyi lagu Negaraku/…sambil menyanyikan lagu Negaraku.
…..saling potong-memotong/potong-memotong(saling memotong)
Samad menggaru-garu kepalanya berkali-kali …./Samad menggaru-garu kepalanya… atau Samad menggaru kepalanya berkali-kali.
….memegang erat-erat tangan kekasihnya/memegang tangan kekasihnya erat-erat.
Memperbesar perniagaan/membesarkan lagi perniagaan
Bersenjatakan dengan pisau/bersenjatakan pisau…
Berdasarkan kepada fakta/berdasarkan fakta
Bertanyakan tentang khabar/bertanyakan khabar
Menceritakan tentang hal itu /menceritakan hal itu
Memasuki dalam pertandingan/memasuki pertandingan
Membaca banyak majalah/banyak membaca majalah
Balik kampung/balik ke kampung
Guru besar-guru besar / guru-guru besar
Kapal terbang – kapal terbang / kapal-kapal terbang
Menteri Besar – Menteri besar / Menter-menteri Besar
Pelajar-pelajar sekolah / pelajar sekolah
Rakyat-rakyat Malaysia / Rakyat Malaysia
Penduduk-penduduk kampung / penduduk kampung
- digunakan di hadapan KN dan FN untuk memenuhi pelbagai fungsi tertentu.
1. Tempat yang tetap.
… di sekolah itu.
… di pangkal ayat.
… di kota besar.
2. Lingkungan yang mujarad (abstrak) melalui kiasan dengan maksud tempat.
… di matanya.
… di hatinya.
3. Arah tempat atau ruang maujud (konkrit).
… di dalam tabung.
… di luar negara.
Kata Sendi “pada”
1. Untuk menyatakan masa.
Pada zaman itu …
Pada hari ini …
2. Tempat bagi perbuatan Kata Kerja yang berupa benda, orang atau binatang.
Pada kakinya …
Pada tanah air ….
Pada sudut 45 darjah ….
3. Digunakan dalam lingkungan mujarad (abstrak) melalui kiasan.
Pada ingatannya …
Pada pendapatnya …
Pada fikirannya …
Pada pandangannya …
Kata Sendi ‘ke”
1. Tempat atau arah tuju yang bukan manusia atau haiwan tetapi benda konkrit tak bernyawa.
… ke tempat lain.
… ke dalam sungai.
… ke tengah hutan.
2. Menunjukkan masa atau batas masa.
… ke petang.
… ke zaman.
dari masa ke masa atau dari semasa ke semasa.
3. Lingkungan mujarad (abstrak) melalui kiasan dengan makna tepat.
… ke alam khayalan.
… ke tahap serius.
Kata Sendi ‘kepada”
1. Arah tuju dengan manusia, haiwan, institusi atau unsur mujarad yang mewakili manusia sebagai sasarannya.
….kepada bapanya.
….kepada mahasiswa itu.
… kepada pihak fakulti.
… kepada angin lalu.
2. Arah perubahan antara dua benda atau perkara.
… kepada lebih 20 juta.
… kepada campuran.
3. Pemecahan sesuatu kepada bahagian-bahagian tertentu.
… kepada dua belas bab.
… kepada lima kumpulan.
… kepada sesi pagi.
Penggunaan Kata Tertentu
Penggunaan kata ganti nama “ia” dan “ianya”
Ia – ialah kata ganti nama diri ke-tiga untuk manusia sahaja. Tidak boleh digunakan untuk benda, konsep dan sebagainya.
Mesti dan Pasti
Mesti : kata bantu yang hadir sebelum KK dengan maksud wajib/patut dilakukan.
Contoh : Pelajar-pelajar mesti menghadiri ceramah.
Pelajar-pelajar mesti lulus mata pelajaran bahasa Malaysia.
Pasti : kata adjektif yang bermaksud tentu, tidak salah lagi, tidak boleh tidak.
Memperhatikan dan memerhatikan
Memperhatikan – daripada kata dasar “hati”.
- menerima apitan memper……kan.
- oleh itu wujud memperhatikan yang bermaksud memandang, melihat dengan cermat.
Contoh : Guru memperhatikan tingkah laku pelajarnya.
Memerhatikan – sepatutnya wujud daripada kata dasar “perhati”. Oleh sebab kata dasar ini tidak wujud dalam kata dasar BM, maka kata memerhati dianggap menyalahi peraturan tatabahasa.
Kesal dan Sesal
Kesal : rasa tidak senang atau kecewa atau rasa marah.
Contoh : Malaysia kesal atas ucapan Putera Philip.
Sesal : keinsafan telah bersalah.
Contoh : Dia berasa sesal atas perbuatannya yang telah lalu.
Mencintai dan menyintai
Kata dasar yang bermula dengan C apabila diimbuhkan dengan awalan tidak pernah mengalami proses pengguguran. Oleh itu, kata mencintai adalah tepat dan bukannya menyintai. Begitu juga dengan mencuci, mencantas, mencubit, mencorak, mencium, mencipta, mencucuk, mencukur.
Penggunaan Kata Kerja sebagai penerang
KK yang bertugas sebagai penerang dalam FN tidak perlukan imbuhan awalan.
Contoh :
Bilik bacaan (bukan bilik membaca)
Pusat Beli Belah (bukan Pusat Membeli Belah)
Alat Bedah (bukan Alat Membedah)
Mesin Taip (bukan Mesin Menaip)
Tempat Letak Kereta (bukan Tempat Meletak Kereta)
Dua suku jam/dua jam suku
Lupa janjinya/lupa akan janjinya
Meluaskan lagi lebuh raya Kuala Lumpur-Seremban/meluaskan lebuh raya Kuala Lumpur-Seremban lagi.
…sambil menyanyi lagu Negaraku/…sambil menyanyikan lagu Negaraku.
…..saling potong-memotong/potong-memotong(saling memotong)
Samad menggaru-garu kepalanya berkali-kali …./Samad menggaru-garu kepalanya… atau Samad menggaru kepalanya berkali-kali.
….memegang erat-erat tangan kekasihnya/memegang tangan kekasihnya erat-erat.
Memperbesar perniagaan/membesarkan lagi perniagaan
Bersenjatakan dengan pisau/bersenjatakan pisau…
Berdasarkan kepada fakta/berdasarkan fakta
Bertanyakan tentang khabar/bertanyakan khabar
Menceritakan tentang hal itu /menceritakan hal itu
Memasuki dalam pertandingan/memasuki pertandingan
Membaca banyak majalah/banyak membaca majalah
Balik kampung/balik ke kampung
Guru besar-guru besar / guru-guru besar
Kapal terbang – kapal terbang / kapal-kapal terbang
Menteri Besar – Menteri besar / Menter-menteri Besar
Pelajar-pelajar sekolah / pelajar sekolah
Rakyat-rakyat Malaysia / Rakyat Malaysia
Penduduk-penduduk kampung / penduduk kampung
Langganan:
Postingan (Atom)