Tampilkan postingan dengan label frasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label frasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2010

Kompetensi Dasar 12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif

Paragraph adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan.
Unsure paragraph: gagasan utama, beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama: gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraph. Gagasan penjelas: gagasan yang fungsinya. Menjelaskan gagasan utama. Gagasan penjelas umumnya dinyatakan oleh lebih dari satu kalimat.
Syarat penyusunan paragraph: kepaduan makna, kepaduan bentuk(kohesi).
Paragraph argumentasi: paragraph yang mengemukakan alas an, contoh, dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Tujuannya untuk meyakinkan pembaca sehingga mereka membenarkan pendapat, sikap, dan keyakinan kita.
Kata penghubung/konjunsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih .
Jenis-jenis konjungsi:
Konjungsi antarklausa: koordinatif, subordinatif,korelatif.
Konjungsi antarkalimat
Konjungsi antarparagraf
1. Konjunsi antarklausa terbagi 3:
a. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis(struktur) yang sama ( =konjungsi setara )
Macam-macam:
dan (menyatakan penambahan)
tetapi ( menyatakan perlawanan)
atau ( menyatakan pemilihan )
b. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat )
Macam-macamnya:
sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).
Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).
Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).
agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )
biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).
seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).
sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )
hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).
bahwa ( menyatakan penjelasan ).

c. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsure itu memiliki status sintaksis yang sama.
Macam-macamnya:
baik … maupun …
tidak hanya …, tetapi ( …) juga …
bukan hanya …, melainkan …
(se)demikian (rupa) … sehingga…
apa(kah) … atau …
entah … entah …
jangankan …, …pun …

2. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
Macam-macamnya:
biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )
kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).
sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).
malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )

3. Konjungsi Antarparagraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya. Konjungsi antarparagraf pada umumnya terletak pada awal paragraf.
Macam-macamnya:
adapun
akan hal
mengenal
dalam pada itu

Jumat, 14 November 2008

Penggunaan Kata dan Frasa

Kata Sendi “di”

- digunakan di hadapan KN dan FN untuk memenuhi pelbagai fungsi tertentu.

1. Tempat yang tetap.

… di sekolah itu.
… di pangkal ayat.
… di kota besar.

2. Lingkungan yang mujarad (abstrak) melalui kiasan dengan maksud tempat.

… di matanya.
… di hatinya.

3. Arah tempat atau ruang maujud (konkrit).

… di dalam tabung.
… di luar negara.

Kata Sendi “pada”

1. Untuk menyatakan masa.

Pada zaman itu …
Pada hari ini …

2. Tempat bagi perbuatan Kata Kerja yang berupa benda, orang atau binatang.

Pada kakinya …
Pada tanah air ….
Pada sudut 45 darjah ….

3. Digunakan dalam lingkungan mujarad (abstrak) melalui kiasan.

Pada ingatannya …
Pada pendapatnya …
Pada fikirannya …
Pada pandangannya …


Kata Sendi ‘ke”

1. Tempat atau arah tuju yang bukan manusia atau haiwan tetapi benda konkrit tak bernyawa.

… ke tempat lain.
… ke dalam sungai.
… ke tengah hutan.

2. Menunjukkan masa atau batas masa.

… ke petang.
… ke zaman.
dari masa ke masa atau dari semasa ke semasa.

3. Lingkungan mujarad (abstrak) melalui kiasan dengan makna tepat.

… ke alam khayalan.
… ke tahap serius.

Kata Sendi ‘kepada”

1. Arah tuju dengan manusia, haiwan, institusi atau unsur mujarad yang mewakili manusia sebagai sasarannya.

….kepada bapanya.
….kepada mahasiswa itu.
… kepada pihak fakulti.
… kepada angin lalu.

2. Arah perubahan antara dua benda atau perkara.

… kepada lebih 20 juta.
… kepada campuran.

3. Pemecahan sesuatu kepada bahagian-bahagian tertentu.

… kepada dua belas bab.
… kepada lima kumpulan.
… kepada sesi pagi.

Penggunaan Kata Tertentu

Penggunaan kata ganti nama “ia” dan “ianya”

Ia – ialah kata ganti nama diri ke-tiga untuk manusia sahaja. Tidak boleh digunakan untuk benda, konsep dan sebagainya.

Mesti dan Pasti

Mesti : kata bantu yang hadir sebelum KK dengan maksud wajib/patut dilakukan.

Contoh : Pelajar-pelajar mesti menghadiri ceramah.
Pelajar-pelajar mesti lulus mata pelajaran bahasa Malaysia.

Pasti : kata adjektif yang bermaksud tentu, tidak salah lagi, tidak boleh tidak.


Memperhatikan dan memerhatikan

Memperhatikan – daripada kata dasar “hati”.
- menerima apitan memper……kan.
- oleh itu wujud memperhatikan yang bermaksud memandang, melihat dengan cermat.
Contoh : Guru memperhatikan tingkah laku pelajarnya.

Memerhatikan – sepatutnya wujud daripada kata dasar “perhati”. Oleh sebab kata dasar ini tidak wujud dalam kata dasar BM, maka kata memerhati dianggap menyalahi peraturan tatabahasa.

Kesal dan Sesal

Kesal : rasa tidak senang atau kecewa atau rasa marah.

Contoh : Malaysia kesal atas ucapan Putera Philip.

Sesal : keinsafan telah bersalah.

Contoh : Dia berasa sesal atas perbuatannya yang telah lalu.

Mencintai dan menyintai

Kata dasar yang bermula dengan C apabila diimbuhkan dengan awalan tidak pernah mengalami proses pengguguran. Oleh itu, kata mencintai adalah tepat dan bukannya menyintai. Begitu juga dengan mencuci, mencantas, mencubit, mencorak, mencium, mencipta, mencucuk, mencukur.


Penggunaan Kata Kerja sebagai penerang

KK yang bertugas sebagai penerang dalam FN tidak perlukan imbuhan awalan.

Contoh :

Bilik bacaan (bukan bilik membaca)
Pusat Beli Belah (bukan Pusat Membeli Belah)
Alat Bedah (bukan Alat Membedah)
Mesin Taip (bukan Mesin Menaip)
Tempat Letak Kereta (bukan Tempat Meletak Kereta)

Dua suku jam/dua jam suku
Lupa janjinya/lupa akan janjinya
Meluaskan lagi lebuh raya Kuala Lumpur-Seremban/meluaskan lebuh raya Kuala Lumpur-Seremban lagi.
…sambil menyanyi lagu Negaraku/…sambil menyanyikan lagu Negaraku.
…..saling potong-memotong/potong-memotong(saling memotong)
Samad menggaru-garu kepalanya berkali-kali …./Samad menggaru-garu kepalanya… atau Samad menggaru kepalanya berkali-kali.
….memegang erat-erat tangan kekasihnya/memegang tangan kekasihnya erat-erat.
Memperbesar perniagaan/membesarkan lagi perniagaan
Bersenjatakan dengan pisau/bersenjatakan pisau…
Berdasarkan kepada fakta/berdasarkan fakta
Bertanyakan tentang khabar/bertanyakan khabar
Menceritakan tentang hal itu /menceritakan hal itu
Memasuki dalam pertandingan/memasuki pertandingan
Membaca banyak majalah/banyak membaca majalah
Balik kampung/balik ke kampung

Guru besar-guru besar / guru-guru besar
Kapal terbang – kapal terbang / kapal-kapal terbang
Menteri Besar – Menteri besar / Menter-menteri Besar
Pelajar-pelajar sekolah / pelajar sekolah
Rakyat-rakyat Malaysia / Rakyat Malaysia
Penduduk-penduduk kampung / penduduk kampung